MTV Menutup Kanal Musik, Tapi Warisannya Tak Akan Pernah Padam

  • Share

 

rina. Com: Meski lima kanal musik legendaris akan resmi ditutup pada 31 Desember 2025, brand MTV belum benar-benar mati. Paramount Global memastikan MTV akan tetap hadir dalam versi baru—melalui media sosial dan layanan streaming Paramount+. Ini adalah cara MTV menyesuaikan diri dengan zaman, mengikuti perubahan perilaku generasi digital yang lebih memilih YouTube, TikTok, dan Spotify untuk menikmati musik.

“MTV akan tetap eksis, tapi dengan wajah baru yang lebih sesuai dengan cara generasi kini menikmati musik dan hiburan,” tulis Paramount dalam pernyataannya.

Namun di balik modernisasi itu, ada rasa kehilangan. Ironisnya, justru saat segalanya serba cepat dan bisa diakses seketika, kita kehilangan sesuatu yang dulu terasa hangat—rasa menanti. Menunggu video klip tayang di layar kaca, mencatat jadwal acara favorit, dan berbagi momen dengan teman di depan TV, kini tergantikan oleh algoritma dan swipe tak berujung. Cepat, instan, tapi terasa hampa.

Paramount menyebut perubahan perilaku konsumsi musik jadi alasan utama. Anak muda kini lebih banyak mengakses lagu dan video musik dari platform digital seperti YouTube, TikTok, dan Spotify. Akibatnya, popularitas TV musik menurun drastis.

Langkah ini juga bagian dari efisiensi besar-besaran usai merger Paramount dengan Skydance Media. Targetnya, penghematan biaya operasional hingga US$500 juta (Rp8,2 triliun).

MTV yang pernah berjaya dengan ratusan juta penonton kini hanya mengantongi 1,3 juta pemirsa di kanal MTV Music dan 949 ribu di MTV 90s per Juli 2025—angka yang jauh dari masa kejayaan mereka di era 90-an dan awal 2000-an.

Penutupan ini menjadi babak akhir dari era MTV yang bukan sekadar televisi, tapi simbol gaya hidup dan budaya anak muda dunia selama puluhan tahunn.

Editor: Rina Hasan
  • Share