Bangkinang Kota (rina.com): Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Ahmad Taridi, menyampaikan komitmennya dalam mendukung sinergitas antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama selama bulan suci Ramadan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Taridi saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan yang dilaksanakan Kepolisian Daerah Riau di Mapolres Kampar, Senin (02/03/26). Acara itu turut dihadiri Wakapolda Riau Hengki Haryadi, Kapolres Kampar Boby Putra Ramadhan, unsur Forkopimda, serta jajaran TNI dari Kodim 0313/Kampar dan Yonif 132/BS.
Dalam sambutannya, Ahmad Taridi menilai stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung jalannya pembangunan daerah dan kenyamanan masyarakat.
“DPRD Kampar siap mendukung langkah-langkah yang dilakukan Polda Riau dan Polres Kampar dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama Ramadan. Kerja sama antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah perlu terus diperkuat demi terciptanya ketertiban di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi mengatakan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga mempererat hubungan sosial antar masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
“Menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya sistem pengawasan terpadu yang melibatkan pemerintah daerah, pihak imigrasi, serta pemanfaatan teknologi pengamanan seperti CCTV guna mendukung stabilitas keamanan nasional.
Selain itu, Hengki menyinggung sejumlah tantangan keamanan di Riau sebagai wilayah perbatasan yang rentan terhadap peredaran narkoba dan tindak kejahatan lintas negara. Fenomena geng motor yang melibatkan remaja juga menjadi perhatian serius aparat.
Menurutnya, perkembangan teknologi turut mengubah pola kejahatan dari konvensional menjadi berbasis digital. Tingginya penggunaan internet dinilai membuka peluang munculnya kejahatan siber dan penyalahgunaan media sosial yang perlu diantisipasi bersama. (Neri/adv)
