Agar adat bisa hidup dan dipahami anak muda
Tambang (rina.com) : Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK) Yusri Datuok Bandaro Mudo meminta agar masyarakat Kampar tetap melaksanakan aturan dan tata cara adat dalam kegiatan masyarakat, termasuk pesta.
“Salah satunya basiacuong, sebesar apapun pesta, mau diselenggarakan di hotel mewah sekalipun, haruslah tetap ada empat lima jambau untuk ninik mamak melakukan basiacuong, sebagai budaya kita dalam setiap acara pesta ” Jelas Yusri dalam kampanye dialogis di Kampung Tarandam desa Tambang kecamatan Tambang, ahad (06-10-24).
Dijelaskan Yusri, Kampar adalah negeri yang beradat dengan segala tradisi dan budaya adat. Dan itu harus tetap dilestarikah agar anak anak muda tetap mengetahui tata cara dan tradisi adat mereka, selain itu juga melestarikan adat Kampar yang sudah dimiliki sejak bertahun-tahun yang lalu sebagai kekayaan budaya masyarakat Kampar.
Kampar mempunyai karakteristik adat yang bagus dan selama ini mengayomi, hanya saja dengan adanya perubahan dan kemajuan teknologi maka tradisi dan Adat-istiadat mulai terkikis sehingga banyak masyarakat terutama generasi muda yang tidak tahu dan tidak paham adat istiadat.

“Maka salah satu program saya nantinya adalah menghidupkan kembali dan mengajarkan tentang adat istiadat kampar. “Nantinya akan ada pelatihan basiacuong bagi anak anak muda dan masyarakat, sehingga budaya dan tradisi adat ini tidak akan hilang.
Bukan hanya itu, juga akan dilaksanakan kegaitab kegiatan yang menghidupkan kembali adat istiadat Kampar, salah satunya juga akan menyediakan anggaran untuk setiap kenegerian sehingga kenegerian bisa mengayomi anak keponakannya dengan lebih baik.
‘Itulah impian saya sebagai Datuk bagi anak kemenakaan saya dan bagi adat saya di Kampar ” ujarnya (rdh)
