*Niniok Datuk Dubalai: semua anak kemenanakan terbaik
Bangkinang (rina.com) : Adanya berita di salah satu media online yang menyebutkan bahwa, pucuk tertinggi adat di Kabupaten Kampar yaitu Nasrul Niniok Datuk Rajo Dubalai selalu Pucuk Andiko Talago Undang Muara Takus mendukung salah satu paslon dalam pilkada Kampar dibantah langsung oleh bersangkutan.
“Saya tidak pernah menyatakan apalagi mengajak anak kemenakan saya untuk memilih atau mendukung salah-satu calon, karena saya sadar dan saya tahu selaku pucuk Andiko yang bertarung ini adalah anak kemenakan yang terbaik, dan saya tidak boleh mendukung yang satu apalagi dengan menyudutkan yang lain ” jelas Nasrul Niniok Datuk Rajo Dubalai tersebut kepada media di Bangkinang senin (09-10-24).
Dalam pemberitaan itu disebutkan bahwa dirinya menyebut salah satu paslon tidak peduli pada aspirasi masyarakat adat, itu juga dibantahnya, karena ia menegaskan dirinya selalu pimpinan adat tidak pernah menyudutkan salah satu paslon..
Dijelaskannya, memang ada salah satu paslon yang datang ke rumahnya, bersilaturahmi dan minta doa restu. “tentu saja sebagai Datuk saya tidak mungkin menolak kehadiran kemenakan di rumah saya. Lalu disampaikannya niatnya untuk maju dan minta restu. Tentu saja saya restui karena saya juga tidak bisa menghalangi niat baik kemenakan ssya. Namun ssya tegaskan saya tidak ada menyatakan memberikan dukungan apalagi mengajak yang lain mendukung paslon tersebut, tidak ada sama sekali “tegasnya.
Baginya empat paslon di Kampar saat ini adalah putra putri terbaik Kampar, mereka layak untuk dipilih. Maka silahkan anak kemenakan untuk memilih berdasarkan hati nurani dan keinginan masing-masing. ” Namun saya tidak akan mengajak untuk mendukung salah satu paslon”tegasnya lagi.
Nasrul juga berpesan kepada anak kemenakannya yang tergabung dalam tim untuk tidak saling menjatuhkan ” Nyalakan saja lampu kita jangan padamkan lampu orang lain ” pesannya. Karena Kampar adalah negeri bersama yang harus dijaga bersama. Siapapun yang akan terpilih nanti maka dialah pemimpin Kampar.
Nasrul sendiri menyatakan dirinya kaget saat membaca berita tersebut, apalagi banyak juga para pemuka adat dari beberapa kenegerian di Kampar menelponnya dan menanyakan berita ini. “Saya katakan itu tidak benar, karena saya tidak mau pula ucapan sala dipelintir atau disalah gunakan ” jelasnya (bmp)
