Petani Minta Solusi Masalah Ekonomi Saat Kebunnya Direplanting, Ternyata Calon Bupati Yusri Telah Siapkan Program Ini dan Masuk Akal

  • Share

KINANTAN (rina.com) : Kebun kelapa sawit di beberapa desa eks transmigrasi saat ini telah memasuki masa replanting atau peremajaan kebun.

Ketika pohon sawitnya ditumbangkan, pemerintah harus hadir untuk memikirkan perekonomian petani karena beberapa tahun petani hanya mengandalkan menjadi pekerja yang mengambil upah dari proyek replanting.

Dalam beberapa kali pelaksanaan kampanye dialogis Calon Bupati Kampar Nomor Urut 2 Drs H Yusri, MSi, petani mengungkapkan kondisi ini. Mereka bertanya, apa program yang akan dilakukan Datuk Yusri ketika kebunnya direplanting.

Dalam kampanye dialogis Datuk Yusri di Desa Kinantan, Kecamatan Tapung, Jum’at (11-10-24) sore, Ketua Koperasi Produsen Makmur Lestari Abadi Desa Kinantan, Sudirman mengungkapkan, di desa transmigrasi tahun 1991 ini telah dilakukan replanting tahap pertama untuk 1.000 hektare lahan. Tahap pertama ini telah dilalui dengan baik dan sukses. Kini, petani, anggota koperasi telah menikmati hasil kebun pasca peremajaan tahap pertama dengan penghasilan Rp 6 juta hingga Rp 8 juta perbulan.

Selanjutnya akan dilakukan peremajaan tahap kedua untuk 400 hektare lahan.

Pada masa peremajaan ini bukan tanpa masalah. Ia berharap adanya perhatian pemerintah daerah untuk membantu perekonomian masyarakat.

Apalagi Desa Kinantan termasuk desa yang kekurangan pangan. “Ekonomi masyarakat kadang-kadang kalang kabut. Mau berusaha modal minim. Kalau Datuk Yusri jadi bupati, harapan kami bupati bisa penuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Sudirman.

Sebagai petani sawit, pemerintah daerah diharapkan berperan menciptakan harga pupuk yang lebih murah.

Menanggapi curhatan pengurus koperasi dan masyarakat, Calon Bupati dari Partai Gerindra dan Demokrat itu menyampaikan, sebagai orang yang tergabung dalam organisasi Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Yusri telah berbicara dengan Dr. Gulat Medali Emas Manurung yang baru saja terpilih kembali menjadi Ketua Umum Apkasindo periode 2024-2029.

Ia mengatakan, dana replanting telah meningkat dari Rp30 juta menjadi Rp60 juta per hektare. Kenaikan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hidup pekebun selama masa tanam baru yang memerlukan waktu hingga empat tahun untuk berbuah.

Dengan dana yang lebih besar, diharapkan pekebun dapat mengatasi kesulitan finansial selama menunggu tanaman baru berproduksi.

“Besok sudah enam puluh juta per hektare. Yang sudah terlanjur nanam tak apa-apa,” kata mantan Sekretaris Daerah Kampar ini.

Lebih lanjut Yusri yang juga aktif bertani dan telah beberapa tahun memegang jabatan sebagai Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Riau dan KTNA Kabupaten Kampar ini mengatakan, ia juga telah mempersiapkan program untuk para petani sawit selama masa kebunnya direplanting.
“Saya akan pelajari aspek hukum program bantuan modal usaha,” beber Yusri.

Selain itu Yusri juga ingin koperasi di Kampar yang berjumlah sebanyak 365, sesuai data yang masuk dalam Online Data System (ODS) Mandiri bisa tumbuh sehat semuanya. Ia mengakui, dari jumlah itu, saat ini sekira 250 yang masuk kategori sehat.

Disamping itu, dengan potensi lahan yang subur di Kabupaten Kampar, banyak jenis tanaman yang bisa dikembangkan di sela-sela kebun sawit.

Dia ingin masyatakat sukses berkebun dan pemerintah daerah ikut andil dengan menyediakan pupuk bersubsidi, pupuk gratis dan bantuan alat-alat pertanian.

Belum lagi potensi peternakan dan perikanan darat yang sangat cocok di Kabupaten Kampar.

Hal ini juga sejalan dengan programnya yang ingin menjadikan Kampar sebagai sentra peternakan, pertanian dan perikanan.

Apa yang direncanakannya untuk membawa Kampar Maju Rakyat Sejahtera masuk akal karena dengan didukung partai Presiden Prabowo yakni Partai Gerindra, ia menargetkan ada tambahan APBD Kampar menjadi 3,7 triliun atau dengan target penambahan mencapai Rp 1 triliun dari jumlah rata-rata APBD Kampar sebelumnya.(rdh)

  • Share