#Komisi I RDP Dampar Kampar
Bangkinang ( rinacom) : Bencana kebakaran yang terjadi di Bangkinang jumat malam (16-06-25) yang lalu menimbulkan respon di masyarakat, salah satunya keterlambatan penanganan oleh Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) kabupaten Kampar, namun Kepala Dinas Damkar Kampar Hendri Dunan membantah keterlambatan tersebut.
“Karena yang terjadi sebenarnya mobil pemadam sudah sampai sebelum 10 menit, ” tegas Hendri dalam rapat dengar pendapat ( RDP) yang dilaksanakan oleh KomIsi I DPRD Kampar di Bangkinang (19-05-25).
RDP ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I yang juga Ketua Fraksi Gerindra Ristanto, juga dihadiri oleh Sekretaris Komisi I Min Amir Habib Efendi Pakpahan SH , anggota komisi I Reza Pahlevi dari Fraksi PKB, Hendri Domo dari Fraksi PKS, dan kabag DAPP DPRD Erfi Susanti S. Sos. MSI. Sedangkan dari Damkar selain Kepala Dinas Hendri Dunant juga hadir Inspektur Rio Kusuma Wardani, para Danton Rahmat, Satria, Danru Tryan dan sekitar 30 orang yang bertugas sebagai piket pada malam kejadian tersebut.
Selain itu juga hadir perwakilan keluarga korban Beni Zaralata SH.
Dalam RDP tersebut Hendri Dunan menjelaskan, pada malam kejadian laporan yang sampai ke posko induk bukan melalui telpon, namun warga yang datang melaporkan. Begitu mendapatkan laporan pihaknya langsung turun ke lokasi dan bahkan duluan sampai daripada yang melaporkan.
“Sampai di lokasi mereka tidak bisa langsung bisa menyemprotkan api karena arus listrik masih aktif dan harus menunggu arus dimatikan terlebih dahulu, setelah petugas PLN datang sekitar lima menit barulah PLN dimatikan dan air langsung disemprotkan” jelasnya

Setelah itu air dari unit Armada pertama langsung disemprotkan, kapasitas air 4000 liter dan dengan ukuran selang 2’5 maka dalam sepuluh menit sudah habis, dan dilanjutkan ke mobil kedua, ketiga dan unit ke empat. “Namun karena kapasitas air yang terbatas dan kita tidak punya suplay air (tanki air) maka air cepat habis, kami sempat mengambil air dari beberapa tempat seperti tugu ikan, sungai songsang dan dibantu satu tanki dari PDAM” jelasnya.
Artinya Hendri yang juga ditambah dan didukung oleh pernyataan para Danton dan Danru dalam RDP membantah adanya keterlambatan atau kelalaian dalam penanganan pemadaman, hanya saja memang ketika pemadam datang kondisi kebakaran sudah 40 persen dan ditambah dibelakang ada bahan terbakar yang memicu api seperti adanya ban, dan solar yang justru memicu api.
Selain itu Hendri menjelaskan bahwa kemampuan Damkar Kampar memang sangat minim, namun petugas menurutnya sudah berusaha semaksima mungkin. Bahkan dua anggota Damkar Kampar sempat cedera dan terluka tertinpa tembok dalam penanganan api.
Ristanto dan anggota komisi I lainnya berharap agar ada upaya lain ke depan untuk bisa mempercepat penanganan bencana kebakaran di Kampar pada masa depan (rdh)
