KAMPAR KIRI (rina.com): Inovasi siswa Madrasah Aliyah Negeri 5 Kampar di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, dalam mengolah minyak jelantah menjadi Biodiesel B100 mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno. Inovasi tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam pengembangan energi alternatif ramah lingkungan.
Dukungan itu disampaikan Eko Sutrisno saat menghadiri kegiatan praktik sekaligus pemaparan hasil riset para siswa MAN 5 Kuntu, Senin (18/5/2026). Ia menilai kemampuan para pelajar tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Kampar memiliki potensi besar dalam bidang penelitian dan teknologi energi terbarukan.
“Alhamdulillah, kreativitas dan hasil riset siswa MAN 5 Kuntu ini sangat membanggakan dan layak mendapat apresiasi,” ujar Eko Sutrisno, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel bukan hanya menghadirkan inovasi baru, tetapi juga memberi manfaat terhadap upaya menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan energi alternatif di daerah.
Eko menegaskan DPRD Kampar mendorong pemerintah daerah agar memberikan perhatian dan dukungan terhadap pengembangan riset para siswa tersebut. Ia berharap inovasi itu dapat terus dikembangkan dan tidak berhenti sebatas proyek sekolah semata.
“Kami berharap pemerintah bisa memberikan dukungan nyata agar hasil riset ini berkembang dan nantinya mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan energi dan lingkungan,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Eko mengaku telah berkoordinasi dengan Politeknik Kampar guna membantu pengembangan teknologi biodiesel karya siswa MAN 5 Kuntu. Selain itu, ia juga menjalin komunikasi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM agar inovasi tersebut memperoleh perlindungan hak cipta.
“Saya juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait agar hasil inovasi siswa MAN 5 Kuntu ini bisa mendapatkan perlindungan hak cipta,” ungkapnya.
Ia turut mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan hingga masyarakat, untuk bersama-sama mendukung kreativitas dan inovasi generasi muda di Kabupaten Kampar.
“Kita semua harus menjadi support system bagi anak-anak muda yang memiliki kreativitas dan semangat berinovasi,” tegasnya.
Keberhasilan siswa MAN 5 Kampar mengembangkan Biodiesel B100 dari minyak jelantah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk terus berkarya dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat maupun lingkungan. (Neri/Adv)
