PULAU LAWAS (rina.com) : Pernah menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kampar selama enam tahun tiga bulan, Drs H Yusri, MSi, Calon Bupati Kampar Nomor Urut 2 beberapa kali pada saat kampanye dialogis memberikan penjelasan mengenai posisinya yang saat itu tidak bisa sembarangan membagi-bagi proyek kepada masyarakat yang bekerja di sektor pengadaan barang dan jasa serta sebagai pelaksana kegiatan fisik.
Hal itu menanggapi pertanyaan dan cerita yang berkembang di tengah masyarakat kenapa Datuk Yusri tidak membagikan proyek kepada mereka.
Dalam kampanye dialogis di Kampuong Godang, Desa Pulau Lawas, Selasa (08-10-24) malam Yusri menjelaskan
Menurut Datuk Yusri, begitu ia akrab disapa, jabatan
Sekda itu kalau di dalam rumah tangga ibarat tukang masak atau juru masak.karena kekuasaan tertinggi tidak berada di Sekda.
“Maka saya tak mau lagi menjadi tukang masak, makanya saya maju menjadi bupati, dan saya ingin jadi tukang bagi-bagi,” ujar Yusri.
Dia juga menegaskan, jika dia memaksakan diri waktu itu, berkemungkinan ada aturan yang dilanggar dan dia berkomitmen untuk tetap melaksanakan pekerjaan sesuai aturan yang berlaku. “Saya, kalau macam-macam (saat jadi Sekda), tak mungkin saya bisa tegak di sini. Jadi saya tegaskan, Datuk tak pernah beri proyek, itu tidak bisa karena aturan,” katanya lagi.
Namun dengan kata blak-blakan dia berjanji, jika ia terpilih nanti sebagai Bupati Kampar ia siap memberikan pekerjaan kepada masyarakat, namun tetap sesuai aturan. Dan Datuk Yusri juga siap membantu masyarakat yang membutuhkan dan tidak mampu.
“Kalau dapat, nanti saya jadi bupati, jemputlah. Misalnya, Datuk, saya tidak ada uang, jemputlah. Datuk saya mau kerja, mintalah, karena saya bupati,” ulasnya.
Dia kembali menjelaskan, ketika dia menjadi Sekda, banyak sekai permintaan masyarakat yang disampaikan kepadanya, namun hal itu mustahil langsung bisa direalisasikan karena keputusannya tidak berada di tangan Sekda.
Sebagai bupati, Yusri ingin mendapatkan tambahan dana yang signifikan untuk membangun Kampar karena menurutnya ha itu masuk aka karena partai yang mengusungnya adalah partainya Presiden Prabowo Subianto.
Jika saat ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kampar hanya berkisar Rp 2,6 triliun, maka kedean ia optimis bisa mendapatkan tambahan lagi Rp 1 triliun sehingga apa yang diinginkan masyarakat Kampar bisa terkabul.
Koneksi dengan Presiden ini menurut Yusri sangat penting. Ia mencontohkan saat Kabupaten Rokan Hulu dulu dipimpin Bupati Achmad yang notabene saat itu negara sedang dipimpin Presiden SBY. APBD Rohul saat itu bisa naik drastis sehingga banyak permintaan masyarakat yang dapat direalisasikan.(rdh)
