Ini Dia, Tiga Komoditi Biang Kerok Yang Buat Guncang Inflasi di Riau 

  • Share

*Riau Baru Bisa Hasilkan 30 persen dari kebutuhan Masyarakat

Kampa (rina.com) : Ternyata ada tiga komoditi yang selama ini menjadi biang kerok guncangnya inflasi di Riau. Tiga komoditi itu adalah Beras, Cabe dan Bawang Merah. “Karena kalau kebutuhan masyarakat terhadap mereka sudah tidak dipenuhi atau tidak cukup, maka akan muncul inflasi dan ekonomi tidak stabil” jelas Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Propinsi Riau Sudiro Pambudi kepada rina.com di sela-sela mengikuti kegiatan penanaman cabe oleh Kelompok tani Jaringan Mas Sejahtera (Jarmes) di Pematang Kulim desa Kuapan kecamatan Tambang, Selasa (12-11-24).

Sudiro menjelaskan, kondisi ini disebabkan karena kemampuan Riau untuk menghasilkan tiga komoditi ini sangat minum. “Riau saat ini hanya bisa menghasilkan 30 persen dari kebutuhan masyarakat terhadap komoditii ini, sehingga sisanya harus didatangkan dari daerah sekitar dan membuat Riau menjadi ketergantungan kepada daerah tersebut “jelasnya.

Ketergantungan ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran dan rasa was-was, karena apabila persoalan suplay muncul dari daerah penghasilan, seperti bencana alam yang menyebabkan putusnya sarana transportasi, atau gagal panen di daerah penyuplai maka gejolak inflasi akan muncul di Riau.

BI menurutnya hadir dan berperan dalam sisi membantu dari segi suplay atau produksi, maka pihaknya memberikan dukungan dan bantuan kepada kelompok tani seperti Jarmes yang dimotori oleh Indra Noval.

Bank Indonesia dalam upaya Gerakan nasional pengendalian inflasi bertugas menjaga kestabilan harga harga. Inflasi harus dikendalikan dari berbagai sisi. “Dan yang biasa bergejolak dalam inflasi adalah masalah pangan, maka BI konsen menyokong dalam sektor pertanian ini ” ujarnya. Dukungan ini berupa bantuan hibah mulai dari pembibitan, pupuk, tekhnologi sesuai dengan yang dibutuhkan.

Sejak bulan Juni Riau mengalami deflasi, 0,1 persen, sementara pemerintah pusat menarget kan 2,1 sampai ke 3 persen. Ini tentunya masih jauh dari target, Target ini diberikan agar masyarakat bisa menjangkau hara jual dan produssn juga bisa mendapatkan keuntungan.

“Maka BI menjaga kestabilan harga, inflasi bukan menjaga harga serendah mungkin, namun juga mengakomodasi semua pihak termasuk petani ” jelasnya ( rdh)

  • Share