Kades: ini tradisi tahunan di Aursati
Tambang (rina.com) : Fraksi Gerindra DPRD Kampar kembali mengikuti kegiatan penyantunan anak yatim yang dilalukan masyarakat, hari ini kamis (27-02-25) Fraksi Gerindra mengikuti penyantunan yang dilaksanakan di desa Aursati kecamatan Tambang.
Mewakili Ketua DPRD Kampar dan Fraksi Gerindra Kampar hadir Tenaga ahli Fraksi Gerindra Kampar Yusrizal ST.Tampak juga hadir Kepala Desa Aursati Mohd Yanis, dari Kecamatan Tambang yang juga Tokoh masyarakat Desa Aursati Joni Herman, Firdaus dan beberapa tokoh masyarakat Aursati dan masyarakat desa Aursati.

Kegiatan penyantunan ini dimulai dengan arak arakan keliling Kampung dengan didahulukan kelompok drumband, setelah itu dilanjutkan dengan acara penyerahan santunan dan diakhiri dengan makan bajambau seluruh masyarakat, penyantunan ini juga sekaligus menyambut bukan suci Ramadhan 1446 H.
Kepala Desa Aursati Mohd Yanis menjelaskan kegiatan penyantunan anak yatim ini merupakan tradisi tahunan masyarakat Aursati dalam menyambut Ramadhan, tahun ini jumlah anak yatim sebanyak 39 orang. “Kita berharap penyantunan ini akan membuat anak yatim juga ikut menyambut Ramadhan ini dengan gembira sebagaimana anak anak lainnya ” ujarnya.

Apalagi menyayangi anak yatim adalah salah satu anjuran agama yang harus dilaksanakan. Untuk itu Yanis berharap agar tradisi ini tetap dipertahankan sampai kapanpun.
Sementara itu mewakili Ketua DPRD dan Fraksi Gerindra Kampar Yusrizal ST menyatakan, Fraksi Gerindra selalu berusaha hadir di tengah masyarakat, terutama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan ” Kami harapkan dengan kehadiran Gerindra akan dapat membantu masyarakat walaupun hanya seadanya “ujarnya.
Anak yatim adalah elemen masyarakat yang harus dipelihara dan dibantu negara. Maka keberadaan Fraksi Gerindra juga adalah dalam upaya melaksanakan hal tersebut.
Yusrizal juga memberikan apresiasi yang besar kepada desa Aursati yang sudah melaksanakan kegiatan tersebut, dan berharap kedepannya kegiatan ini terus dilanjutkan. ” Bukan hanya anak yatim saja tetapi juga anak piatu, fakit miskin dan lansia “ujarnya (rdh)
