PEKANBARU (Rina.com) Antusiasme masyarakat terhadap Sekolah Lansia yang digagas Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Riau terus meningkat. Bahkan, jumlah pendaftar program tersebut telah mencapai sekitar 200 orang.
Untuk memastikan program berjalan optimal, BKMT Riau menggelar Training of Trainer (ToT) Fasilitator dan Pengelola Sekolah Lansia di Aula Masjid Agung An-Nur Pekanbaru, Sabtu (06/06/26).
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus BKMT kabupaten dan kota se-Riau, serta berbagai mitra yang selama ini mendukung pengembangan program sekolah lansia. Hadir di antaranya perwakilan dari Universitas Riau, Universitas Islam Riau, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Persatuan Dokter Keluarga Indonesia, Indonesia Ramah Lansia (IRL) dan sejumlah lembaga lainnya.
Sejak pagi, para peserta tampak memenuhi aula kegiatan. Mereka mengikuti pelatihan dengan antusias sebagai bekal untuk mendampingi dan mengelola Sekolah Lansia yang akan dijalankan di berbagai daerah.
Ketua PW BKMT Riau, Dra. Hj. Septina Primawati, mengatakan Sekolah Lansia merupakan salah satu program BKMT yang bertujuan membantu para lanjut usia agar tetap Sehat, Mandiri, Aktif, produktif, dan Bermartabat (Smart), serta menjalani masa tua dengan bahagia dan bermakna.
Menurutnya, program yang awalnya dirancang untuk menjangkau jumlah peserta yang terbatas itu justru mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
“Awalnya sekolah lansia ini hanya ditujukan untuk beberapa orang saja, tetapi ternyata respons masyarakat sangat tinggi. Jumlah yang mendaftar sebagai siswa bahkan mencapai sekitar 200 orang. Ini menunjukkan bahwa para lansia merasa mendapatkan perhatian, penghargaan, dan ruang untuk terus belajar serta berkembang,” ujarnya.
Septina menjelaskan, untuk menjalankan program tersebut BKMT Riau tidak bekerja sendiri. Berbagai kerja sama dibangun dengan sejumlah perguruan tinggi, rumah sakit, organisasi profesi, dan berbagai lembaga yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup lansia.
Menurutnya, dukungan dari berbagai mitra tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan Sekolah Lansia di Riau agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Karena itu, pelatihan bagi fasilitator dan pengelola dinilai sangat penting agar proses pembelajaran dan pendampingan bagi para lansia nantinya dapat dilaksanakan secara maksimal.
“Kami ingin sekolah lansia ini benar-benar berjalan dengan baik. Karena itu para fasilitator dan pengelola perlu dibekali pemahaman dan kemampuan yang memadai agar mampu mendampingi para peserta dengan optimal,” tambahnya.
Dalam kegiatan ToT tersebut, peserta mendapatkan materi dari Direktur Perwakilan Indonesia Ramah Lansia (IRL) Riau, Dr.dr.Elda Nazriati, M.Kes, Sp.KKLP, Sub.sp FOMC , yang selama ini aktif mendorong pengembangan program lansia di berbagai daerah.
Melalui pelatihan ini, BKMT Riau berharap semakin banyak lansia yang memperoleh akses pembelajaran, pendampingan, serta ruang beraktivitas yang positif sehingga tetap sehat, mandiri, produktif, dan bahagia di usia senja.(rdh)
