Gajah Konservasi Indro Mati di Taman Nasional Tesso Nilo, Usia Capai 45 Tahun

  • Share

 

Pelalawan – Kabar duka datang dari Taman Nasional Tesso Nilo. Seekor gajah konservasi jantan bernama Indro dilaporkan mati pada Senin (29/6/2026) pukul 03.45 WIB setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan. Gajah berusia sekitar 45 tahun itu selama ini dikenal sebagai salah satu gajah yang berperan dalam berbagai kegiatan konservasi di kawasan Tesso Nilo.

Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sutmantoro, S.Hut., M.M., dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa Indro telah mendapatkan penanganan intensif dari tim dokter hewan sejak mengalami penurunan kondisi kesehatan.

Menurutnya, gangguan kesehatan tersebut dipicu oleh menurunnya nafsu makan setelah melewati fase musth, yaitu periode meningkatnya hormon reproduksi yang umumnya terjadi pada gajah jantan dewasa dan dapat memengaruhi kondisi fisiknya.

“Kami mendampingi Gajah Indro sejak mengalami penurunan kondisi pada fase awal sekitar April hingga akhirnya meninggal dunia,” ujar Heru.

Sebagai bagian dari prosedur ilmiah dan bentuk akuntabilitas, Balai Taman Nasional Tesso Nilo langsung melakukan nekropsi atau bedah bangkai setelah kematian Indro. Tim medis juga mengambil sampel dari sejumlah organ vital untuk dikirim ke laboratorium terakreditasi guna dilakukan pemeriksaan patologi.

Hasil pemeriksaan laboratorium tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam memastikan penyebab pasti kematian gajah Indro.

Usai proses pemeriksaan selesai, bangkai Gajah Indro dimakamkan di sekitar kawasan Camp Taman Nasional Tesso Nilo.

Selama hidupnya, Indro memiliki peran penting dalam berbagai program konservasi. Gajah ini kerap dilibatkan dalam upaya mitigasi konflik antara gajah liar dan manusia, mendukung kegiatan pelestarian kawasan, serta menjadi bagian dari program pengembangbiakan gajah Sumatra di Taman Nasional Tesso Nilo.

Kepergian Indro menjadi kehilangan bagi upaya konservasi satwa liar di Riau, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian habitat gajah Sumatra yang saat ini masih menghadapi berbagai ancaman di alam liar (tks/rdh)

Editor: Rina Hasan
  • Share