Di Ricis Factory Panam
Pekanbaru: Hanya gara-gara uang seribu dan ditambah kata kata makian maka keributan besarpun tidak terelakkan antara Juri Parkir (Jukir) dan Pengemudi Ojek Online (Ojol), kerusuhan ini terjadi si restoran Ricis Factory di Panam Pekanbaru (23-05-24).
Awak media www.ruangbicaraindonesia yang kebetulan sedang berada di restoran tersebut melihat melihat kejadian secara langsung. Awalnya suasana makan siang sekitar pukul 11:42 berjalan lancar, meja di restoran tersebut hampir terisi penuh dan pembeli yang berada di barisan antrian cukup panjang.
Tiba-tiba terdengar keributan di depan restoran, terlihat tukang parkir sedang ribut dengan pengemudi ojol. Cacian dan makian terdengar dan terjadi pemukulan. Tukang ojek dipukul seorang pemuda yang diduga teman si tukang parkir dan keningnya berdarah, lalu makian dan catur marut terdengar semakin kencang dan sahut menyahut.

Entah darimana datang beberapa ojol yang lain dan mereka membentuk lingkaran sambil tetap saling memaki. Para pembeli di restoran mulai terusik dengan suara suara tersebut dan ada yang beberapa berdiri dan melihat kejadian di luar restoran.
Terlihat pihak jukir dan pihak ojol saling menelpon, sepertinya menghubungi pihak pihak yang menjadi beking mereka selama iniini. Dan entah bagaimana para ojol malah bermunculan satu persatu hingga jumlahnya puluhan, orang tua dan temannya jukir juga datang. Bahkan salah satu membawa yang terlihat seperti senjata tajam.
Ini membuat suasana semakin panas, para ojol yang datang semakin banyak bahkan sudah mencapai ratusan, dan caci maki carut marut semakin terdengar dan lantang.

Karena merasa ketakutan, akhirnya Jukir masuk ke Restoran dan dikejar para ojol, beberapa ojol berhasil masuk dan mengejar jukir yang segera ditahan pegawai restoran tersebut. Para pengunjung yang sedang menikmati makanannya berdiri dan berlarian ke belakang ketakutan terutama anak anak.
Beruntung beberapa pihak segera menutup pintu restoran dan menahan para ojol yang mencoba masuk. Suasana cukup tegang, beberapa kali supervisor Ricis Factory Yudistira memohon agar mereka menyelesaikan masalah ini di luar, namun Jukir menolak keluar karena takut ancaman keamananya melihat ojol yang semakin banyak di luar dan memenuhi hampir seluruh halaman restoran bahkan hingga ke jalan Sobrantas tersebut.
Dalam restoran Wahyu Fatonah (Itukan) yang mengaku ketua Perkumpulan Ojol Distrik Pekanbaru mencoba bertanya kepada Jukir tersebut masalah sebenarnya, walaupun dengan nada yang cukup keras.
Jukir yang bernama RN bercerita, awalnya dia meminta agar Ojol yang bernama HD untuk membayar Parkir, karena sudah tiga kali datang mengambil pesanan (gofood) dan merasa wajar diminta parkir. “Kan sudah tiga kali datang masak tidak bisa diminta sekali bang, itupun hanya seribu ” ujarnya. Namun HD tidak terima dan memaki-maki dirinya dan mencarut.
Itulah menurut RN awal masalahnya, akhirnya perang mulutpun tidak bisa dihindari, dan karena tidak tahan dicaci maki apalagi kemudian ada beberapa ojol yang datang ikut memaki akhirnya salah satu jukir memukul pake kayu salah seorang ojol hingga kepalanya berdarah dan ojol membalas memukul.

Dan setelah itu, mulailah ojol berdatangan ke lokasi tersebut hingga jumlahnya ratusan. Iyuk yang mendengar penjelasan ini menyatakan inikan sepihak dari keterangan Jukir saja, dan pihak Ojol yang dipukul ternyata sudah berada di Malolsek Bina widya untuk membuat laporan “Agar jelas mari kita ke polsek aja ” ajaknya.
Namun ratusan ojol yang sudah ada di luar tidak sesuai dengan Iyuk. Mereka menuntut agar Jukir juga diberi pelajaran karena sudah memukul salah satu rekan mereka. Suasana benar benar-benar menegangkan karena para ojol ini terus berteriak teriak walaupun Iyuk sudah berusaha menenangkan mereka.
Karena suasana tidak aman dan kondusif akhirnya niat membawa HD dan beberapa Jukirnya ditunda sampai polisi datang. Setengah jam kemudian datang seorang Anggota Polisi namun juga tidak berani membawa RN keluar dari Restoran karena suasana semakin tidak aman. Para ojol semakin banyak berdatangan dan sudah memaksa masuk ke restoran.
Hampir satu jam menunggu akhirnya mobil polisi bertuliskan Mapolsek Bina widya datang dengan dua anggota polisi, namun lagi lagi mereka tidak bisa membawa keluar RN dan rekannya. Akhirnya setelah menunggu sekian lama dan para ojol berjanji untuk tidak anarkis akhirnya RN dibawa keluar menuju ke mobil polisi.

Sayangnya janji ojol hanya t inggal janji, begitu RN keluar mereka saling maju dan dorong ingin memukuli dan menghajar RN dan para jukir, bahkan tidak segan memanjat mobil polisi. Beberapa ojol berhasil memukui dan mengebuki RN hingga ia berteriak teriak kesakitan, dan bahkan polisi pun tidak luput dari pukulan ojol yang kalap tersebut. Akhirnya polisi menembakkan tembakan peringatan ke udara sebanyak dua kali.
Walaupun massa ojol ini mulai tenang namun tetap saja beberpa orang masih memukuli RN hingga ia berhasil dimasukkan ke dalam mobil polisi tersebut, dan mereka tetap mencaci maki dengan kata kata yang tidak enak didengar, namun akhirnya mobil polisi itu berhasil meloloskan diri dan menuju ke Mapolsek Bina Widya untuk tindakan hukum selanjutnya.
Setelah itu massa ojol masih mencoba bertahan di restoran tersebut, namun Iyuk mencoba memberikan pengertian agar rekan rekannya membubarkan diri.. Akhirnya hampir satu jam juga barulah mereka bubar dari halaman parkir restoran tersebut . Namun ternyata tidak benar benar bubar karena dari pantauan www.ruangindonesiabicara.com para ojol ini masih berkumpul di beberapa titik sekitar restoran, dan sebagian menuju ke Mapolsek Bina widya
Laporan: Budiman
Editor : Rina Hasan
