Pekanbaru (rina.com): Puluhan anggota Koperasi Nenek Eno Senama Nenek (KNES) mengadu ke DPRD Riau, Senin (12/1/2026). Mereka merasa ditipu oleh oknum pengurus KNES yang mengelola lahan kebun sawit mereka di Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.
Ketua Pejuang Korban Penipuan Oknum (PKPO) KNES, Supriyadi, mengungkapkan bahwa ada 92 Sertifikat Hak Milik (SHM) lahan milik anggota yang diserahkan kepada KNES dengan alasan peremajaan lahan. Namun, setelah beberapa waktu, gaji mereka berkurang bahkan ada yang tidak menerima gaji sama sekali.
Setelah ditelusuri, sertifikat yang diserahkan ternyata sudah dipindahtangankan atau dijual tanpa sepengetahuan pemilik asli. Beberapa anggota bahkan bertemu langsung dengan pihak yang membeli lahan tersebut.
“Kami sebenarnya korban penipuan dari KNES. Ada 92 orang yang sudah membeli lahan di Senama Nenek dan sertifikat kami sudah diminta. Ternyata banyak sertifikat yang sudah dijual kembali tanpa izin kami. Karena itu kami ke DPRD Riau menyampaikan keluhan dan menuntut hak kami dikembalikan,” ujar Supriyadi yang didampingi anggota KNES lainnya.

Supriyadi mengungkapkan, harga lahan per kapling yang mereka beli tidaklah murah. Setiap kapling dibanderol dengan harga bervariasi, mulai dari Rp105 juta hingga Rp170 juta, tergantung lokasi dan luas lahan.
“Total kerugian yang dialami oleh para pemilik 92 SHM ini ditaksir mencapai lebih dari Rp12 miliar. Ada yang tidak menerima hasil panen sama sekali, ada pula yang menerima tapi sangat kecil dan tidak sebanding dengan luas serta produktivitas lahan yang dimiliki,” jelasnya.
Karena itu, para anggota KNES yang merasa dirugikan mendesak agar DPRD Riau dapat membantu mencarikan solusi atas persoalan yang menimpa mereka.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat, mengatakan bahwa persoalan tersebut sebenarnya berada dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten Kampar.
“Karena ini menyangkut kewenangan kabupaten, kami menyarankan agar mereka menyampaikan laporan resmi kepada Bupati Kampar dan Dinas Koperasi Kabupaten Kampar,” ujar politisi PKS dari Dapil Rokan Hulu itu.(susan/tks)
