Layar Bicara Kejujuran, Bupati Kampar Ajak Generasi Muda Lawan Korupsi Lewat Film

  • Share

 

Bangkinang Kota (rina.com): Suasana Balai Bupati Kampar malam itu berubah menjadi ruang refleksi. Lampu diredupkan, layar menyala, dan deretan film bertema integritas mulai diputar. Di tengah keheningan penonton yang larut dalam cerita, pesan tentang bahaya korupsi disampaikan dengan cara yang berbeda—lebih dekat, lebih menyentuh.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar hadir langsung dalam kegiatan screening film Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) yang digelar bersama komunitas kreatif, Ahad (19/04/26). Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Film Kreatif Pekanbaru sebagai upaya menanamkan kesadaran anti-korupsi melalui medium seni dan audiovisual.

Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar mengapresiasi pendekatan kreatif yang digunakan dalam menyampaikan pesan moral. Menurutnya, film memiliki kekuatan besar dalam membangun kesadaran, terutama di kalangan generasi muda.

“Melalui film, pesan tentang kejujuran dan integritas bisa lebih mudah diterima. Ini bukan hanya tontonan, tapi juga tuntunan,” ujarnya.

Tak sekadar pemutaran film, acara ini juga diperkaya dengan penampilan seni dari seniman lokal Kampar. Musik, pertunjukan panggung, hingga ekspresi kreatif lainnya berpadu, menciptakan suasana yang hidup sekaligus memperkuat pesan yang disampaikan dalam setiap tayangan.

Festival ini merupakan bagian dari gerakan nasional Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST), yang mendorong masyarakat untuk aktif menyuarakan nilai-nilai anti-korupsi melalui karya kreatif. Dengan melibatkan komunitas lokal, kegiatan ini diharapkan mampu menjangkau lebih luas sekaligus membangun budaya integritas di tengah masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kampar Ardi Mardiansyah, serta sejumlah pejabat daerah, mahasiswa, dan undangan lainnya yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga akhir.

Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan ini menjadi sinyal kuat dukungan terhadap gerakan kreatif yang membawa pesan positif. Diharapkan, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan para seniman dapat terus berkembang, menghadirkan ruang-ruang edukatif yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif bagi masyarakat Kampar.(Neri)

Editor: Rina Hasan
  • Share