Bangkinang Kota (rina.com): Lautan putih pakaian ihram memenuhi Lapangan Islamic Centre Bangkinang (Mahligai Bungsu), Kamis (23/04/26). Ribuan santri Raudhatul Athfal (RA) tampak antusias mengikuti setiap rangkaian manasik haji, didampingi para guru dan orang tua. Suasana pun terasa hangat, penuh keceriaan sekaligus nuansa religius yang kental.
Di tengah semarak itu, Wakil Bupati Kampar Misharti hadir membuka secara resmi kegiatan Manasik Haji Jama’i siswa RA se-Kabupaten Kampar. Kehadirannya disambut meriah oleh para santri cilik yang dengan semangat mengikuti simulasi ibadah haji.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala Disdikpora Kampar Helmi, Plt. Kasatpol PP Yorin Effendi, serta jajaran pengurus IGRA Kabupaten Kampar.
Dalam sambutannya, Misharti menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari pendidikan karakter religius. Anak-anak kita dikenalkan nilai ibadah, kedisiplinan, dan kebersamaan sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan visi Kabupaten Kampar sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, dikenal sebagai Negeri Serambi Mekkah di Provinsi Riau.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pendidik, dan orang tua menjadi kunci dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia. Untuk itu, ia mendorong agar kolaborasi antara Disdikpora dan lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama terus diperkuat, sehingga tercipta keselarasan dalam pembinaan karakter anak.
Sepanjang kegiatan, para santri mengikuti simulasi ibadah haji dengan tertib, mulai dari prosesi tawaf hingga sa’i. Keceriaan mereka menjadi gambaran bahwa pembelajaran bisa dikemas secara menyenangkan namun tetap bermakna.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh kehangatan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa investasi terbaik bagi daerah adalah membangun generasi sejak dini—tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual.(Neri)
