Obat Rindu di Tanah Rantau, Wabup Kampar Perkuat Ikatan Warga di Jakarta

  • Share

 

Jakarta (rina.com): Suasana haru dan hangat menyelimuti Aula Masjid Al-Nizham, Rawasari, Jakarta Pusat, Minggu (26/04/26). Ratusan warga Kampar yang merantau di ibu kota berkumpul, melepas rindu sekaligus mempererat tali silaturahmi dalam satu ikatan kekeluargaan yang kuat.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Kampar, Wakil Bupati Misharti hadir langsung dalam agenda Silaturahmi Akbar yang digelar Persatuan Masyarakat Kampar Jakarta. Kehadirannya menjadi simbol bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat di rantau tetap terjaga erat.

Wabup disambut hangat oleh Ketua Umum PMKJ Fauzi Ishak, Ketua Panitia A Yurnalis, serta tokoh masyarakat Kampar Ilyas Husti. Sejumlah tokoh dan anggota DPRD Kampar juga turut hadir, menambah semarak sekaligus makna dalam pertemuan tersebut.

Lebih dari sekadar temu kangen, kegiatan ini menjadi ruang diskusi tentang peran strategis perantau dalam mendukung pembangunan daerah. Dalam sambutannya, Misharti menyampaikan salam dari Bupati Kampar Ahmad Yuzar, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap hadir bagi masyarakat, di mana pun berada.

“Perantau adalah aset luar biasa bagi daerah. PMKJ bukan sekadar organisasi, tapi rumah besar bagi warga Kampar di rantau,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan yang dikenal dengan filosofi “Tali Bapilin Tigo”, sebagai kekuatan persatuan meski berada jauh dari kampung halaman.

Dalam kesempatan tersebut, Misharti turut memperkenalkan program unggulan “Kampar Dihati” yang menjadi arah pembangunan daerah, mulai dari peningkatan pendidikan melalui Kampar Cerdas, layanan kesehatan, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan ketahanan pangan.

Sebagai bentuk kepedulian, di akhir acara dilakukan penyerahan bantuan kepada panitia pelaksana. Bantuan tersebut menjadi simbol kehadiran nyata Pemerintah Kabupaten Kampar di tengah masyarakat perantau.

Kegiatan ini pun menjadi bukti bahwa jarak tidak pernah memutuskan ikatan. Dari Jakarta, semangat membangun Kampar terus tumbuh—dari hati, untuk kampung halaman.(rina hasan)

  • Share