*Disupport Penuh Perbankan
Kampa (rina.com) : Pagi selasa (12-11-24) kelompok tani Jaring Mas Sejahtera (Jarmes) melakukan penanaman cabe bersama, penanaman cabe ini diharapkan nantinya akan bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Penanaman ini dilakukan untuk 40.000 batang bibit cabe dengan luas lahan tiga hektar di Pematang Kulim Desa Kuapan kecamatan Tambang, kabupaten Kampar.
Penanaman secara simbolis selain dilakukaj oleh Ketua Poktan James Indra Noval SP, turut juga dalam penanaman ini Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Propinsi Riau Sudiro Pambudi, Kanwil Bank Rakyat Indonesia (BRI) diwakili oleh Pimpinan cabang (Pincab) BRI Bangkinang Levo D Pratama, Ketua Komite Analisis Kebijakan Ekonomi Assosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani, beberapa petani muda sukses Kampar Firman Edi dari Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar dan beberapa petani muda lainnya.
Indra Noval menjelaskan, penanaman cabe ini merupakan kegiatan kelompok tani Kelompok pertanian terpadu Koperasi Jaring Mas sejahtera dengan anggota kelompok sebanyak 17 orang petani. Bibit yang merupakan varietas unggul persilangan Kopai dan Indrapura, dengan masa tanam hingga panen selama 75 hari, varietas cabe ini diyakini mempunyai daya adaptasi yang lebih kuat terhadap lingkungan mereka ditanam saat ini, selain itu juga ukurannya lebih besar dan tentudaya jualnya lebih tinggi. “Kami berharap dan yakin setiap batangnya akan menghasilkan setidaknya 2,3 kg ” ujarnya.

Indra Noval menjelaskan, Poktan Jarmes ini merupakan salah satu upaya dirinya bersama anak muda di kecamatan Kampa untuk mengembangkan tanamam holtikultura, terutama pada dan cabe. Karena selama ini pandangan masyarakat terutama generasi mudanya berpandangan bahwa tanaman kelapa sawit lebih menguntungkan, “Padahal kalau dilakukan dengan benar maka tanamam padi, cabe jauh lebih menguntungkan daripada sawit, hanya saja tanaman cabe terutama padi mengharuskan petani lebih bekerja keras dan main lumpur, namun hasilnya lebih besar ” ujarnya.
Untuk itu Indra Noval mengucapkan terimakasih kepada perbankan seperti BI dan BRI yang sudah banyak mensupport kelompok tani dalam budidaya holtikultura ini.
Pimpinan cabang (Pincab) BRI Bangkinang Levo D Pratama menyatakan, pihak BRI senantiasa memberikan dukungan kepada kelompok tani untuk mengembangkan usaha mereka, apalagi dalam upaya menyokong usaha pemerintah dalam pengendalian inflasi pangan.
” BRI komit dan konsen untuk membantu, tidak hanya UMKM, sampai kooperasi bisa membaiayai, tergantung kepada petaninya, semakin baik dalam menjaga kepercayaan BRI maka semakin besar bantuannya ” jelasnya.
Maka Levo menyatakan pihaknha senantiasa membantu petani, UMKM yang mampu mengembangkan usaha dan menjaga kepercayaan, sehingga UMKM ini bisa tumbuh dan berkembang bersama BRI
Sedangkan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Propinsi Riau Sudiro Pambudi, menjelaskan keberadaan BI dalam kelompok tani tidak sekedar membantu mengembangkan UMKM namun juga sebagai salah satu upaya BI dalam menjaga kestabilan harga atau inflasi di masyarakat. ” Maka perlu diperhatikan sisi konsumen dan sisi produsennya, selama ini goncangan inflasi terjadi karena produksi yang kurang dan menyebabkan daerah seperti Riau dan Kampar menjadi tergantung pada daerah lain ” jelasnya.
Untuk itu BRI hadir memberi dukungan kepada petani seperti Jarmes dan kelompok tani yang ada di daerah lain di Riau bahkan seluruh Indonesia agar bisa meningkatkan produksinya
Ketua Komite Analisis Kebijakan Ekonomi Assosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani, menyatakan Aspindo selalu siap dan semangat mendorong petani dan ekonomi kerakyatan untuk terus tumbuh dan berkembang, terutama yang dimotori oleh petani petani muda. “Kami mendorong bangkitnya sektor pertanian, perikanan, perkebunan” ujarnya.
Tujuan akhir petani adalah merawat kehidupan, maka kami Aspindo mendukung penuh mendorong para petani tumbuh dan berkembang (rdh)

