Festival Subayang IX 2025: Panggung Budaya dan Kebanggaan Kampar di Tepian Sungai

  • Share

 

Kampar Kiri Hulu (rina.com) Riuh tepuk tangan dan tawa bahagia mengalir bersama gemericik Sungai Subayang, saat “Anugerah Subayang Festival IX 2025 “resmi digelar di Desa Wisata Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Sabtu (06-12-25). Ajang tahunan ini kembali menjadi momen istimewa yang memadukan keindahan alam, budaya lokal, dan semangat kebersamaan masyarakat Kampar.

Tahun ini, kemeriahan festival semakin lengkap dengan kehadiran Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si, yang hadir langsung untuk menyerahkan penghargaan kepada para pelaku seni, komunitas budaya, dan desa wisata terbaik. Ia didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar, Afdal, ST., MT, yang turut menunjukkan komitmen serius terhadap pengembangan sektor pariwisata daerah.

Festival Subayang bukan sekadar acara hiburan, ini adalah ruang kolaboratif yang memperkuat identitas budaya Kampar dan membangun semangat menjaga warisan leluhur, ungkap Misharti dalam sambutannya.

Antusiasme warga terasa luar biasa. Masyarakat, tokoh adat, kepala desa, dan pengunjung dari berbagai daerah seperti Pekanbaru dan Rokan Hilir ikut menyemarakkan acara. Deretan panggung seni, lomba tradisional, pameran UMKM, hingga kuliner lokal menambah daya tarik festival yang digelar di pinggiran Sungai Subayang nan eksotis.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai berjasa dalam melestarikan dan memajukan budaya Kampar. Sorak sorai pengunjung seolah menjadi penegas bahwa Festival Subayang telah tumbuh menjadi ikon budaya sekaligus penggerak ekonomi lokal yang membanggakan.

Subayang Festival IX 2025 bukan hanya tentang selebrasi, tapi juga tentang masa depan bagaimana warisan lokal bisa menjadi kekuatan bersama untuk membangun Kampar yang lebih berwarna dan berdaya saing. (rdh)

  • Share