Koto Mesjid (rina com) : Perikanan tidak hanya menjadi sektor usaha, tetapi juga jalan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini dibuktikan oleh Suhaimi, S.Pi., M.MA, tokoh inspiratif di bidang perikanan yang berhasil menggerakkan ekonomi warga Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar.
Melalui pendekatan pemberdayaan, Suhaimi mengajak masyarakat untuk bersama-sama terlibat dalam usaha perikanan, mulai dari pembenihan hingga pengolahan hasil.
Saat ini, ia mengelola delapan unit pembenihan yang mampu memproduksi hingga satu juta benih ikan. Tidak hanya itu, budidaya ikan patin juga dikembangkan di lahan kolam seluas sekitar 180 hektare yang dikelola bersama masyarakat binaannya.
Untuk mendukung keberlanjutan usaha, Suhaimi juga menyediakan 34 unit mesin pakan mandiri. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada pakan pabrikan yang harganya relatif tinggi, mengingat kebutuhan pakan mencapai sekitar 40 ton per hari.

Hasil produksi perikanan tersebut tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti patin salai dan olahan lainnya.
Konsep perikanan terintegrasi yang diterapkan Suhaimi dinilai mampu menciptakan ekosistem usaha yang kuat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Tak hanya berorientasi pada ekonomi, Suhaimi juga memiliki visi besar untuk masa depan generasi muda di desanya.
“Harapan kami, dari hasil perikanan ini, setiap rumah di Desa Koto Mesjid bisa melahirkan minimal satu sarjana,” ungkapnya pada rina.com (09-04-26)
Dengan semangat pemberdayaan dan kemandirian, Suhaimi membuktikan bahwa sektor perikanan dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun ekonomi desa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (rdh)
