Pekanbaru (rina.com): Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi lingkungan di Riau. Dalam forum detikcom Regional Summit yang digelar di BalThe Premiere Hotel Pekanbaru, Jumat (19/12), Herry mengungkapkan bahwa sekitar 75 persen hutan di Bumi Lancang Kuning telah hilang.
Mengutip data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Irjen Herry menyebut dari total 5,4 juta hektare luas hutan di Riau, kini hanya tersisa sekitar 1,7 juta hektare saja.
“Alam seharusnya bukan untuk dieksploitasi. Kalau kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita,” ujar Herry dengan nada serius.

Sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata, Polda Riau mengusung pendekatan baru dalam pemolisian yang disebut Green Policing. Ini adalah strategi kepolisian berbasis masalah, di mana isu lingkungan menjadi perhatian utama.
Herry menegaskan bahwa polisi saat ini tidak hanya bertugas sebagai penegak hukum, tetapi juga penjaga keseimbangan ekologis. Green Policing mendorong kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
Konsep ini juga mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal, seperti Tunjuk Ajar Melayu, ke dalam strategi pengamanan wilayah dan pelestarian sumber daya alam.

Tak hanya di level kebijakan, Polda Riau juga secara aktif melakukan aksi nyata seperti penanaman pohon bersama masyarakat, termasuk melibatkan generasi muda (Gen-Z).
“Kesadaran kolektif harus dibangun sejak dini, mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, dan seterusnya,” tutup Irjen Herry Heryawan. (Susan)
