Bangkinang Kota (rina.com): Nuansa kekeluargaan dan semangat kebersamaan terasa kental di Resort Stanum, Sabtu (18/04/26). Tawa, salam hangat, dan obrolan penuh kenangan mewarnai Halal Bi Halal yang dirangkai dengan pengukuhan pengurus Keluarga Alumni Pelajar Mahasiswa Riau Yogyakarta (KAPEMARY) Kampar masa bakti 2026–2030.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Muhammad hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Turut hadir unsur Forkopimda, Kepala Badan Kesbangpol, serta Bupati Pelalawan Zukri Misran yang juga menjabat sebagai Ketua Umum alumni tingkat provinsi.
Acara berlangsung hangat namun penuh makna. Di balik suasana santai khas reuni, terselip komitmen besar untuk memperkuat peran alumni dalam pembangunan daerah. Dalam sambutan yang disampaikan, perwakilan Bupati menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan momentum strategis membangun sinergi antara pemerintah dan kalangan intelektual muda.
“Alumni mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan. Mereka bisa menjadi penghubung antara dunia akademik dan realitas di masyarakat,” ujar Muhammad.
Puncak acara ditandai dengan prosesi pengukuhan pengurus KAPEMARY Kampar masa bakti 2026–2030. Dengan suasana khidmat, para pengurus baru dilantik di hadapan ratusan alumni dan undangan yang hadir. Momen ini menjadi simbol estafet kepemimpinan sekaligus harapan baru bagi organisasi alumni tersebut.
Ketua KAPEMARY Kampar terpilih, Zamhur, diharapkan mampu membawa organisasi semakin aktif dan produktif. Penguatan jaringan alumni serta kontribusi nyata di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya menjadi fokus ke depan.

Selain pengukuhan, pesan kebersamaan juga menjadi benang merah dalam kegiatan ini. Nilai toleransi, gotong royong, dan ukhuwah terus ditekankan sebagai fondasi dalam membangun daerah yang harmonis.
Momentum Halal Bi Halal ini pun dimaknai lebih dari sekadar tradisi. Ia menjadi ruang mempererat hubungan, membangun komunikasi, serta membuka peluang kolaborasi antara alumni dan pemerintah daerah.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Suasana semakin cair ketika para alumni, pejabat daerah, dan tokoh masyarakat berbaur, saling bertukar cerita, sekaligus merajut kembali ikatan yang telah terjalin sejak masa perantauan di Yogyakarta.(neri)
