GOW Kampar, Antara Budaya dan Kartini Hari Ini

  • Share

 

Muara Takus – Sore itu 21 April 2026, , cahaya matahari perlahan merunduk di balik megahnya Candi Muara Takus. Sinar keemasan yang menyelimuti setiap sudut bangunan bersejarah tersebut menghadirkan suasana hangat, seolah menyatu dengan semangat para perempuan yang tengah memperingati Hari Kartini.

Di tengah nuansa senja yang tenang dan berkelas, Ketua dan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kampar memanfaatkan momen tersebut dengan melakukan pemotretan serta pembuatan video ucapan selamat Hari Kartini. Balutan kebaya yang anggun semakin memperkuat kesan elegan dan sarat makna, menggambarkan perpaduan antara perjuangan perempuan dan kekayaan budaya lokal.

Ketua GOW Kabupaten Kampar, Khairani Repol, menyampaikan bahwa kegiatan ini memang sengaja dilakukan di kawasan Candi Muara Takus. Meski hanya berupa ucapan sederhana, menurutnya lokasi tersebut memiliki makna yang lebih dalam.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kami mencintai dan bangga terhadap peninggalan budaya yang dimiliki Kampar. Candi Muara Takus ini bukan hanya situs sejarah, tetapi juga potensi besar untuk pariwisata yang harus terus kita kenalkan kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Di sela-sela pengambilan gambar, suasana penuh keakraban dan kebahagiaan begitu terasa. Tawa ringan para pengurus berpadu dengan semilir angin sore, menciptakan momen yang tidak hanya indah untuk diabadikan, tetapi juga bermakna dalam menyampaikan pesan.

Melalui foto dan video ucapan tersebut, GOW Kampar berharap semangat Kartini tidak hanya dikenang, tetapi juga terus hidup dalam diri perempuan masa kini—perempuan yang tidak hanya tangguh, tetapi juga peduli terhadap warisan budaya dan kemajuan daerahnya.

Dengan latar Candi Muara Takus yang berdiri kokoh di tengah senja, pesan itu pun terasa lebih kuat: bahwa perjuangan perempuan dan kecintaan terhadap budaya adalah dua hal yang berjalan beriringan, membangun identitas dan masa depan yang lebih baik. (Rina Hasan)

  • Share