Kabun (rina.com) – Pemutusan akses jalan rintisan oleh PT Padasa Enam Utama Kebun Kalianta Satu di Dusun 1 Saran Desa Kabun, kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu, menuai kecaman keras warga. Jalan yang selama ini menjadi satu-satunya penghubung aktivitas masyarakat digali hingga membentuk lubang sedalam lebih dari dua meter, membuat warga terisolasi dan menghadapi risiko kecelakaan setiap hari.
Jalan tersebut merupakan akses utama warga menuju sekolah, pasar, hingga lokasi pemakaman di RT 04 RW 01 Dusun Saran yang berada di seberang jalan. Sejak diputus, warga terpaksa mempertaruhkan keselamatan demi tetap beraktivitas.
“Ini bukan sekadar jalan, ini akses hidup kami. Anak sekolah, orang sakit, sampai jenazah lewat sini. Tapi perusahaan seolah tidak peduli,” kata Narso, warga Dusun Bumi Asih.
Narso menyebut, pemutusan jalan tanpa solusi justru memperparah keadaan. Beberapa warga dilaporkan terjatuh ke dalam lubang saat mencoba melintasi jalan tersebut.
“Sudah ada yang jatuh. Kalau sampai ada korban jiwa, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya dengan nada kesal.
Kepala Desa Kabun, Muhammad Rafly Ashari SE selasa (27-02-26), menyatakan kekecewaannya terhadap sikap perusahaan yang dinilai lepas tangan. Meski telah dilakukan upaya komunikasi, tidak ada solusi konkret yang diberikan.
Menurut Rafly, pihak PT Padasa Enam Utama berdalih pemutusan jalan dilakukan karena jalur tersebut sering digunakan pencuri brondolan sawit atau kelompok CB (curi brondolan) untuk melarikan hasil curian.
“Alasan itu tidak bisa diterima. Kalau masalahnya keamanan, bangun pos jaga, tingkatkan pengawasan. Jangan hukum masyarakat dengan memutus jalan,” tegas Rafly
Ia menilai keputusan perusahaan sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap hak dasar warga.
“Ini wilayah tempat tinggal masyarakat, walaupun kebun perusahaan. Jangan sampai kepentingan bisnis mengorbankan keselamatan warga,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Padasa Enam belum memberikan keterangan resmi terkait pemutusan jalan tersebut. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum kondisi ini menimbulkan korban yang lebih serius.(amir /team)
